November 23rd, 2008 by lelaki-termanis
Di balik jendela yang terbuka separuh, kumasih berdiri. Menanti Dewi rumpun padi menemukan jalan pulang. Berharap ia menyadari kekeliriuan pilihannya antara Gerimis dan Hujan.
Diantara dingin malam musim penghujan di penghujung oktober yang kian menusuk, ku terus menatap ke satu sudut, pertigaan jalan: tempat ketika lelaki hujan membawanya pergi. Meninggalkan Gerimis yang rintiknya terampas.
Gerimis, Hujan..
Ah, ku benci Hujan, walau ku setali dengannya. Tak menyukai keberadaannya, meski penciptaannya berselang detik dengan adaku.
Gerimis, Hujan..
Serupa namun berbeda.
Serupa namun menikam.
Gerimis, Hujan..
Terlahir dari Mendung yang sama: tapi satu terluka, satu melukai.
Di sebuah sudut kamar, Mendung menangis. Dialah yang paling terluka.
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
May 29th, 2007 by lelaki-termanis
Hatiku terus menunggu
Dan terus menunggu
Hingga saat cinta termanis menjadi milikku
Menanti hingga kekasih terindah setubuhi sukmaku
Menghapus dahaga lewat peluk terhangat
Menyapukan peluh dalam gelora di restu-Nya
Dan entah siapa dia,
Perempuan yang atas nama cinta
Setia menemani hidupku
Sebagai pelengkap dalam kurangku
Memberi manis akan pahit kecapku
Memulas warna lain dalam hitam-putihku
Bersamanya kan terlahir keturunan kebanggaan
Insan penerus hasrat dan cita kami
…
Dan entah siapa dia,
Perempuan yang atas nama cinta
Menjadi asmara sejati hingga akhir usiaku.
Written by dimas wijaya
Posted in Uncategorized | 3 Comments »
May 29th, 2007 by lelaki-termanis
Senyumku..
Terampas oleh perih yang terus menghujam
Rasa sakit yang tak usai mendera
Aku ingin berhenti saja..
Tapi ku tak mau mati.
…
Aku takut pada gundahku
Aku miris akan lunglaiku
Aku memalukan!!!
Takut mati tapi tak juga benahi diri.
Jalan ini …
Makin membuatku letih
Pada tarik nafas yang kian berat
Pada gerak yang kian tertatih…
Aku terhuyung,
Menuju lorong yang tak kufahami
Lorong dalam, gelap…
Entah dimana ujungnya.
Posted in Uncategorized | No Comments »
May 20th, 2007 by lelaki-termanis
Biar wanitaku kelak,
Perempuan yang ku sunting sebagai istriku
Yang menjadi insan termanis dalam hatiku
Sebagai nafas dalam hidupku
Menjadi bagian dalam ragaku
Penutup kisah cintaku
Sebagai yang terindah dari indah cinta yang pernah kudapat
Dan siapa dia…
Di waktunya
kan
ku temui jawaban.
Written by dimas wijaya
Posted in Uncategorized | No Comments »
May 20th, 2007 by lelaki-termanis
Kala cinta menjauh dariku
Tak terjawantah betapa sepi mengungkung hatiku
Kian meraja menghimpit bahagia yang bak mati
Aku terbawa dalam diam dan membingkai senyap
Entah kemana setiap sendi yang selama ini menopangku
Aku menjadi sesuatu yang tak jelas terlihat
Merepih senyap bagai alam tak berpenghuni
Setiap kata yang terdengar adalah perih
Setiap warna yang terlihat adalah luka.
…
Pada senyum yang ingin ku tatap
Pada hangat rengkuh yang ingin ku peluk
Pada nama yang terus melekat di hati
AKU MENCINTAIMU…
Tapi kau tak lagi di sini
Menjadikan sunyi sebagai kawan jiwaku
Membelit erat bersama sendu yang entah kapan
kan
berakhir
.
Wrriten by dimas wijaya
Posted in Uncategorized | No Comments »
April 28th, 2007 by lelaki-termanis
Ada yang hilang
Ketika kau hilang
Senyumku..
Tawaku..
…
Ada yang pergi
Ketika kau pergi
Hatiku..
Jiwaku..
…
Senyum dan tawaku terbawa hilang bersamamu..
Hati dan jiwaku ikut pergi bersamamu..
Sedang aku masih disini,
Mencoba tegap berdiri..
Tanpamu.
Taken from tentang dia’s film
Posted in Uncategorized | No Comments »
March 27th, 2007 by lelaki-termanis
Ingin meminta, tapi akankah habis pinta setelah terpenuhi? Mungkin tidak. Mungkinkah kau mampu membaca setiap setiap tulisan dihatiku, tanpa harus ku berkata? Mungkin tidak.
…
Bila ingin di fahami, haruskah semua pinta di ucap? Apa-apa yang di kalbu di utarakan? Mungkin ya. Tapi terkadang polah tak mau searah, ucap tersekat rapat.
…
Dan yang terindah bila kau mengerti aku, tanpa ku meminta. Kau mencintaiku tanpa syarat. Ku pun kan persembahkan terbaik-terbaik yang kumiliki untukmu.
Posted in Uncategorized | No Comments »
March 27th, 2007 by lelaki-termanis
I found the dream when I met you
Rainbow seems like smile for me
Clouds dance by stage of sky
Everyone greets me friendly
I love the day today
It’s really beautiful.
Posted in Uncategorized | No Comments »
March 21st, 2007 by lelaki-termanis
Derita takkan membiarkan bahagia bertahta dengan megah, Ia bagai biduk, lawan tangguh yang takkan mau runtuh.
…
Aku mau berjalan saja, walau semestinya berlari. Ingin cahaya, tak harus sinar terang, redup pun cukup bagiku. Tak mau banyak berpikir, karena menghayati perjalanan ini lebih penting. Biar tak sejalan dengan mereka, karena arahnya memang berbeda. Membiarkan derita tetap ada, meski sayatnya begitu perih. Sekali lagi karena tak mungkin aku lari.
Posted in Uncategorized | No Comments »
March 18th, 2007 by lelaki-termanis
Menterjewantahkan isi jiwa dengan kisi-kisi samar yang sulit terbaca. Aku diam dengan meretas sepi. Tak ada bagian yang dapat ku sentuh sempurna, Suara lirih yang kian kabur.
..
Aku tak menjadi apapun yang ku mau.Dalam periuk yang bernama gagal aku ternanak. Terkungkung oleh sebab dan akibat. Menjadikan tanya kian meraja, Menyeruak tanpa batas. Dan buyar segala asa.
..
Pada kediaman yang bukan mati, Pada nanar pandang antara putih dan abu-abu, Tiap tetes keringat dan perjuangan, semuanya bukanlah sia-sia walau tak nampak hasil.
Posted in Uncategorized | No Comments »