aku dan jalanku

Derita takkan membiarkan bahagia bertahta dengan megah, Ia bagai biduk, lawan tangguh yang takkan mau runtuh.

Aku mau berjalan saja, walau semestinya berlari. Ingin cahaya, tak harus sinar terang, redup pun cukup bagiku. Tak mau banyak berpikir, karena menghayati perjalanan ini lebih penting. Biar tak sejalan dengan mereka, karena arahnya memang berbeda. Membiarkan derita tetap ada, meski sayatnya begitu perih. Sekali lagi karena tak mungkin aku lari.

Leave a Reply