Archive for May, 2007

Perempuanku

Tuesday, May 29th, 2007

Hatiku terus menunggu

Dan terus menunggu

Hingga saat cinta termanis menjadi milikku

Menanti hingga kekasih terindah setubuhi sukmaku

Menghapus dahaga lewat peluk terhangat

Menyapukan peluh dalam gelora di restu-Nya

Dan entah siapa dia,

Perempuan yang atas nama cinta

Setia menemani hidupku

Sebagai pelengkap dalam kurangku

Memberi manis akan pahit kecapku                                                          

Memulas warna lain dalam hitam-putihku

Bersamanya kan terlahir keturunan kebanggaan

Insan penerus hasrat dan cita kami

Dan entah siapa dia,

Perempuan yang atas nama cinta

Menjadi asmara sejati hingga akhir usiaku.

                                       Written by dimas wijaya

mati

Tuesday, May 29th, 2007

Senyumku..

Terampas oleh perih yang terus menghujam

Rasa sakit yang tak usai mendera

Aku ingin berhenti saja..

Tapi ku tak mau mati.

Aku takut pada gundahku

Aku miris akan lunglaiku

Aku memalukan!!!

Takut mati tapi tak juga benahi diri.

Jalan ini …

Makin membuatku letih

Pada tarik nafas yang kian berat

Pada gerak yang kian tertatih…

Aku terhuyung,

Menuju lorong yang tak kufahami

Lorong dalam, gelap…

Entah dimana ujungnya.

terindahku

Sunday, May 20th, 2007

Biar wanitaku kelak,

Perempuan yang ku sunting sebagai istriku

Yang menjadi insan termanis dalam hatiku

Sebagai nafas dalam hidupku

Menjadi bagian dalam ragaku

Penutup kisah cintaku

Sebagai yang terindah dari indah cinta yang pernah kudapat

Dan siapa dia…

Di waktunya

kan

ku temui jawaban.

Written by dimas wijaya

the lost love

Sunday, May 20th, 2007

Kala cinta menjauh dariku

Tak terjawantah betapa sepi mengungkung hatiku

Kian meraja menghimpit bahagia yang bak mati

Aku terbawa dalam diam dan membingkai senyap

Entah kemana setiap sendi yang selama ini menopangku

Aku menjadi sesuatu yang tak jelas terlihat

Merepih senyap bagai alam tak berpenghuni

Setiap kata yang terdengar adalah perih

Setiap warna yang terlihat adalah luka.

Pada senyum yang ingin ku tatap

Pada hangat rengkuh yang ingin ku peluk

Pada nama yang terus melekat di hati

AKU MENCINTAIMU…

Tapi kau tak lagi di sini

Menjadikan sunyi sebagai kawan jiwaku

Membelit erat bersama sendu yang entah kapan

kan

berakhir.

                                           Wrriten by dimas wijaya