Perempuanku
Hatiku terus menunggu
Dan terus menunggu
Hingga saat cinta termanis menjadi milikku
Menanti hingga kekasih terindah setubuhi sukmaku
Menghapus dahaga lewat peluk terhangat
Menyapukan peluh dalam gelora di restu-Nya
Dan entah siapa dia,
Perempuan yang atas nama cinta
Setia menemani hidupku
Sebagai pelengkap dalam kurangku
Memberi manis akan pahit kecapku
Memulas warna lain dalam hitam-putihku
Bersamanya kan terlahir keturunan kebanggaan
Insan penerus hasrat dan cita kami
…
Dan entah siapa dia,
Perempuan yang atas nama cinta
Menjadi asmara sejati hingga akhir usiaku.
Written by dimas wijaya
October 1st, 2007 at 6:51 pm
Assalamualaikum..
maaf niy,gak izin2 dlu mau kasih comment bwt puisi qm…
bagus bgt,menyentuh deh pokoknya…… qu tunggu ya puisi bwt aq. heheheheheeeee…..
March 12th, 2008 at 11:44 pm
BeneR2 kErEn DweH pUiSINYA….
sbAgAI CEWE,kUw Merasa TakJuB bAcA pUiSImU.
sMA sUCCeSSS SlALoE
August 1st, 2008 at 4:54 am
Ah, what a nice poem..